Di Kabupaten Pamekasan, Madura, modernisasi tambak garam terus digencarkan untuk meningkatkan volume dan kualitas produksi garam lokal. Banyak petambak kini beralih menggunakan geomembrane untuk mempercepat proses penguapan sekaligus menjaga kebersihan kristal garam. Meski begitu, efektivitas penggunaan geomembrane turut ditentukan oleh stabilitas permukaannya. 

Geomembrane yang memiliki permukaan halus membantu panen lebih aman karena resiko robek ataupun bocor akibat terkena alat panen dapat dihindari. Kondisi ini pula yang dialami oleh Matholi, seorang petambak garam di Pamekasan, yang  menemukan solusi panen lebih aman  melalui geomembrane produksi KTG.

Modernisasi Tambak Garam di Pamekasan

Modernisasi tambak berbasis geomembrane membuka peluang peningkatan produktivitas karena panas matahari dapat diserap lebih optimal dan mengurangi kontaminasi dari tanah. Dalam sistem ini, kualitas geomembrane menjadi komponen penting untuk memastikan proses kristalisasi berjalan konsisten.

Penggunaan geomembrane memberikan beberapa manfaat teknis seperti mempercepat penguapan melalui penyebaran panas yang lebih merata, menjaga kebersihan kristal garam dari kontak tanah, serta mempersingkat proses pengerukan berkat permukaan dasar tambak yang rata.

Masalah Awal: Liner Lama Mengalami Gelombang Permanen (Waviness) dan Tidak Rata

Gelombang tidak rata

Sebelumnya, Matholi menghadapi kendala umum pada geomembrane dengan  permukaan yang bergelombang (waviness) atau tidak rata sejak proses produksi. Gelombang ini menyebabkan perubahan topografi dasar tambak, menciptakan cekungan dan gundukan yang mengganggu aliran air asin serta pemanasan permukaan tambak.

Ketidakrataan tersebut juga membuat kedalaman air menjadi tidak seragam, sehingga kristalisasi garam yang berlangsung kadang tidak merata. Waviness mengindikasikan proses produksi yang tidak stabil, mulai dari aliran polimer yang tidak homogen hingga pendinginan yang tidak maksimal sehingga memengaruhi kualitas visual geomembrane di lapangan.

Dampak Lapangan: Operasional Tambak Menjadi Tidak Efisien

Matholi mengeluhkan sering terjadi penambalan karena geomembranenya robek akibat alat keruk yang dipakai untuk memanen garam. Ini terjadi karena beberapa titik gelombang menerima tekanan berlebih saat proses pengerukan sehingga meningkatkan risiko liner sobek, sementara cekungan yang terbentuk menampung air sisa yang membawa kotoran dan akhirnya mencemari kristal garam yang sudah terbentuk.

Solusi: Geomembrane dengan Stabilitas Dimensi Tinggi

Menanggapi temuan dari lapangan dan kebutuhan petambak, KTG Indonesia terus melakukan inovasi untuk meningkatkan kualitas visual produk pada proses manufaktur geomembrane. Melalui kontrol produksi geomembrane yang lebih stabil, KTG memastikan lembaran geomembrane memiliki permukaan yang rata, halus, dan minim gelombang.

Permukaan yang stabil ini membantu air asin tersebar merata dan meminimalkan perubahan ketebalan air, sehingga membantu proses kristalisasi berlangsung lebih konsisten. Selain itu, material yang rata mengurangi potensi deformasi ketika mengalami tekanan dan siklus panen berulang. Matholi, sebagai salah satu pengguna menyampaikan rasa senangnya karena produk Geoprotec ini membuat aktivitas operasional sangat efisien, bahkan ia juga menyampaikan sudah tidak pernah menggulung geomembranenya lagi karena material geomembrane yang dipakainya sudah bagus, dan tidak gampang rusak.

Keunggulan Teknis: Homogenitas Ketebalan dan Stabilitas Permukaan

Geomembrane dari KTG Indonesia diproduksi melalui proses kontrol mutu berlapis untuk memastikan ketebalan yang seragam di seluruh bagian lembaran. Ketebalan yang homogen mencegah terbentuknya titik lemah yang rentan abrasi atau sobek selama penggunaan intensif.

Stabilitas permukaan juga membuat gaya pengerukan terdistribusi lebih merata, sehingga tekanan pada material tidak terkonsentrasi pada satu titik. Kombinasi dua aspek ini membuat geomembrane KTG dari KTG Indonesia memiliki umur pakai lebih panjang dan lebih tahan terhadap kondisi tambak garam yang terus menerus terpapar panas (sinar UV), air laut, suhu lingkungan dan gesekan alat panen.

Kebahagiaan panen garam

Dapatkan Technical Data Sheet (TDS) Geomembrane Berkualitas Dari KTG Indonesia

Dampak Nyata: Efisiensi Panen dan Mutu Garam Meningkat

Berdasarkan pengalaman setelah menggunakan geomembrane KTG, Matholi merasakan perubahan signifikan dalam proses panen, diantaranya:

  • Risiko Sobek Turun Drastis: Permukaan rata meminimalkan gesekan alat panen dan tekanan tak merata saat pengerukan dilakukan.
  • Garam Lebih Murni: Tidak ada cekungan yang menampung air sisa dan proses kristalisasi tidak bersentuhan langsung dengan tanah sehingga garam tidak tercampur residu dan lebih bersih
  • Kerja Lebih Efisien: Proses pembersihan dasar tambak lebih cepat dan tidak memerlukan langkah tambahan seperti menggulung liner.

Integrasi ke Sistem Produksi: Kristalisasi Lebih Merata dan Terkontrol

Permukaan geomembrane yang benar-benar rata membuat lapisan air tua memiliki kedalaman yang seragam di seluruh area tambak. Kedalaman yang merata ini penting karena memengaruhi kecepatan penguapan air; lapisan yang tipis akan menyerap panas lebih cepat dan menguap lebih konsisten. Dengan kondisi tersebut, proses kristalisasi berlangsung lebih stabil garam terbentuk pada kondisi yang sama di setiap sisi tambak, sehingga ukuran dan bentuk kristal menjadi lebih seragam. 

Selain itu, air yang tersebar merata mencegah terbentuknya area yang masih basah atau tertinggal, sehingga rendemen garam meningkat dan mutu hasil panen lebih mudah diprediksi di setiap siklus produksi.

Produksi Lebih Stabil dan Biaya Perawatan Menurun

Dengan geomembrane yang lebih rata, tambak Matholi kini berjalan lebih efisien dan minim kendala. Panen menjadi lebih cepat, lebih bersih, dan lebih mudah dilakukan. Risiko kerusakan juga berkurang sehingga biaya perawatan jangka panjang jauh lebih rendah. Secara keseluruhan, penggunaan geomembrane produksi KTG membuat operasional tambak lebih terkendali dan memberikan hasil yang lebih stabil dari waktu ke waktu.

Kesimpulan

Pengalaman Matholi menunjukkan bahwa kualitas geomembrane bukan sekadar soal kemampuan menahan air, tetapi juga tentang visual permukaannya dalam mendukung proses produksi garam. Permukaan yang rata, halus, dan memiliki ketebalan seragam terbukti memberikan dampak besar terhadap efisiensi panen, kebersihan hasil garam, serta umur pakai tambak secara keseluruhan. 

Dengan geomembrane yang lebih rata, petambak dapat meningkatkan produktivitas, menjaga mutu garam, sekaligus menekan biaya perawatan jangka panjang. Modernisasi tambak pun berjalan lebih optimal ketika material dasar yang digunakan benar-benar mampu menjadi solusi yang mempercepat waktu pengerjaan petambak garam dalam jangka waktu yang lama. .

Tingkatkan Produktivitas Tambak Anda Bersama Geomembrane KTG

Jika Anda ingin menghasilkan  garam yang lebih bersih, lebih mudah dipanen, dan berkualitas, pilih geomembrane seperti produk Geoprotec dari KTG Indonesia yang siap menjadi solusi terbaik sebagai alas tambak Anda. Bukan hanya kedap air, tapi juga memastikan permukaan yang lebih rata untuk mempercepat kerja Anda. Hubungi Halo KTG untuk konsultasi dan permudah segala pekerjaan Anda di tambak garam dengan produk Geoprotec KTG.

Kencana Tiara Gemilang
Jl Raya Surabaya Malang Km. 77 Singosari – Malang, 65153 East Java, Indonesia

Email : info@ktgindonesia.com
Telp : +62 341 456 531
Fax : +62 341 456 363
Tokopedia: KTG Indonesia Official
Shopee: ktgindonesia