seminar geosintetik KTG Indonesia perdana di acara pameran lukisan SBY

Surabaya, 24 September 2026 — Berada di bawah naungan ekosistem Tancorp, PT Kencana Tiara Gemilang (KTG Indonesia) mengambil bagian strategis dalam gelaran akbar pameran tunggal karya seni lukis Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Momentum istimewa yang memadukan keindahan seni dan dedikasi kebangsaan ini dimanfaatkan KTG Indonesia untuk menggelar forum edukasi teknis bertajuk Geosynthetic Engineering Talk (GET) Vol. 1. Acara ini menandai penyelenggaraan seminar tatap muka (offline) perdana KTG Indonesia di tahun 2026 yang menjembatani inovasi sains rekayasa material dengan keberlanjutan proyek infrastruktur nasional.

Geosynthetic Engineering Talk Hadirkan Edukasi Material dan Booth Interaktif

Sebagai wujud pengenalan produk secara langsung kepada masyarakat dan pelaku industri konstruksi, KTG Indonesia menghadirkan booth edukasi interaktif di area pameran. Pada stan tersebut, para pengunjung dapat melihat serta memegang langsung sampel fisik berbagai varian material geosintetik buatan dalam negeri berstandar internasional.

Booth KTG Indonesia di Pameran Lukisan SBY

Material unggulan yang ditampilkan meliputi geomembrane dengan ketahanan impermeabilitas tinggi, geotextile woven untuk separasi dan stabilisasi tanah lunak, hingga geocell untuk perkuatan lereng serta pengendalian erosi. Tak ketinggalan, salah satu lini bisnis KTG Indonesia di sektor pertanian, yaitu KTG Agro turut ditampilkan untuk mengenalkan inovasi selang drip pertama buatan Indonesia. Kehadiran tim teknis KTG Indonesia di stan pameran memberikan ruang konsultasi mendalam bagi para insinyur dan praktisi yang ingin mengetahui metode pemilihan spesifikasi material yang tepat sesuai karakteristik beban tanah serta kondisi hidrologi lapangan.

Dapatkan informasi selengkapnya dari produk geosintetik kebanggaan negeri, klik di sini

Antusiasme Lintas Sektor dalam Geosynthetic Engineering Talk Vol. 1

Penyelenggaraan sesi seminar utama Geosynthetic Engineering Talk Vol. 1 berlangsung dinamis dan mencatat partisipasi lebih dari 40 peserta. Ruang diskusi teknis ini berhasil mempertemukan berbagai elemen penting dalam rantai pembangunan nasional, yang terdiri dari:

  • Mahasiswa tingkat akhir dan dosen sivitas akademika fakultas teknik sipil

  • Konsultan perencana struktur geoteknik dan kontraktor pelaksana

  • Mitra bisnis, rekanan distributor resmi, serta praktisi industri konstruksi nasional

Tingginya interaksi tercermin dari sesi tanya jawab yang mengupas tuntas tantangan geoteknis di berbagai wilayah Indonesia, seperti tanah gambut, lereng rawan longsor, hingga kebutuhan proteksi lingkungan pada tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Pemanfaatan material geosintetik diakui sebagai solusi alternatif modern yang tidak hanya memangkas waktu pengerjaan konstruksi, namun juga memberikan efisiensi biaya secara signifikan dibandingkan metode konvensional berbasis semen atau batu kali.

Penerapan Standar Mutu Internasional pada Produk Geosintetik

Dalam forum diskusi tersebut, tim pemateri KTG Indonesia memaparkan pentingnya kepatuhan terhadap standar pengujian mutu material secara ketat. Sebagai produsen prinsipal, seluruh lini produk yang dirilis harus melalui serangkaian uji laboratorium mekanis dan durabilitas, mengacu pada standar global seperti yang dirumuskan oleh badan sertifikasi ASTM International.

Kepatuhan pengujian terhadap kekuatan tarik (tensile strength), ketahanan tusuk (puncture resistance), dan ketahanan terhadap degradasi sinar ultraviolet (UV) merupakan jaminan bahwa material geosintetik dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang tanpa mencemari ekosistem tanah di sekitarnya.

Komitmen ‘Building Safer Ground for Tomorrow’ dan Tur Pameran Seni SBY

SBY bersama Hermanto Tanoko Dukung Infrastruktur Berkelanjutan

Pada seremoni pembukaan acara pameran, Presiden ke-6 RI SBY menyampaikan amanat inspiratif mengenai pentingnya kontribusi kolektif segenap lapisan masyarakat dalam menjaga dan merawat bumi nusantara. Amanat tersebut beresonansi kuat dengan komitmen fundamental KTG Indonesia melalui semangat “Building Safer Ground for Tomorrow”. Sebagai entitas manufaktur dalam negeri, KTG Indonesia meyakini bahwa akselerasi pembangunan infrastruktur fisik harus selalu selaras dengan upaya mitigasi dampak lingkungan hidup.

Sebagai penutup istimewa, seluruh peserta Geosynthetic Engineering Talk Vol. 1 mendapatkan fasilitas tur eksklusif secara gratis untuk menikmati pameran karya lukisan seni SBY. Lanskap alam Indonesia yang tertuang secara megah di atas kanvas menjadi medium refleksi visual bagi para insinyur dan perencana sipil. Keindahan panorama tersebut menjadi pengingat nyata bahwa setiap keputusan rekayasa desain konstruksi memiliki tanggung jawab moral untuk mempertahankan kelestarian alam bagi generasi mendatang.

Art Tour Peserta Seminar KTG Indonesia di Pameran Lukisan SBY

Melalui keberhasilan agenda perdana Geosynthetic Engineering Talk ini, KTG Indonesia terus berkomitmen memperluas ruang literasi teknis dan memperkuat kolaborasi bersama para pemangku kepentingan geoteknik di seluruh pelosok negeri.

Terhubung dengan kami, untuk masa depan infrastruktur bangsa yang lebih aman dan berkelanjutan. Mulai diskusi