Pilih Laman

Proses pemasangan geomembrane terdiri dari tiga tahapan utama. Diantaranya persiapan, pelapisan atau seaming, dan diakhiri dengan pengujian. Ketiganya tidak boleh dilewatkan, sehingga dapat memenuhi standar quality control (QC).

Pada artikel ini akan kami jelaskan mengenai tiga langkah tersebut. Dimulai dari tahapan persiapan kemudian pelapisan. Akan dijelaskan juga mengenai pengujiannya, termasuk destructive dan non destructive test.

Proses Pemasangan Geomembrane yang Pertama

Sebelum membahas instalasinya, kami jelaskan secara singkat pengertian material ini dahulu. Geomembrane adalah material yang berfungsi sebagai pelapis pada proyek, struktur, maupun sistem buatan lain.

Material geomembrane ini punya permeabilitas yang rendah. Sehingga memang difungsikan untuk mengontrol migrasi cairan pada suatu proyek. Pada proses pemasangannya, dimulai dengan tahapan persiapan, dilanjutkan dengan pelapisan.

  1. Persiapan Instalasi

Pada proses pemasangan geomembrane yang pertama, yaitu persiapan. Ada beberapa hal penting diperhatikan, yaitu earthwork dahulu atau pekerjaan tanah. Tepatnya mempersiapkan tempat kerjanya, termasuk pemadatan tanah.

Misalnya pada daerah dengan lapisan tanah lembek, maka harus dipadatkan maupun diganti dengan tanah yang sesuai. Semua permukaannya juga harus dalam kondisi mulus tanpa ada bahan asing.

Dilakukan juga tahapan jangkar trench ketika persiapan, yaitu menggali parit jangkar sesuai desain proyeknya. Terakhir dilakukan penghamparan geomembrane, supaya mencegah materialnya keriput maupun tertarik menjadi lebih panjang.

  1. Proses Seaming (Pelapisan)

Selanjutnya merupakan pelapisan atau seaming material tersebut. Saat seaming ini, terdapat beberapa faktor yang perlu Anda perhatikan, meliputi menghilangkan kotoran dari lapisan dahulu, serta memperhatikan kondisi cuacanya seperti mengevaluasi temperatur, curah hujan, kelembaban, hingga kecepatan angin.

Sebelum proses pemasangan geomembrane berupa seaming ini, harus dilakukan persiapan juga meliputi melakukan persetujuan untuk frekuensi tes seaming. Dikenal juga sebagai menghamparkan geomembrane, prosesnya harus dilakukan secara tepat. Hal ini tentunya dilakukan kalau tidak ingin material sampai tertarik atau berkerut, prosedur haruslah sesuai desain proyeknya.

Pemasangan Geomembrane Sesuai QC, Pengujian Destructive Serta Non Destructive

Berikutnya akan Kami bahas tahap terakhir, berupa pengujian. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa sambungannya tidak mengalami kebocoran. Tentunya sesuai dengan standar QC berdasarkan GRI.

  1. Destructive Test

Seperti namanya, memang merupakan pengujian yang merusak. Lebih tepatnya setelah proses pemasangan geomembrane akan diperiksa sambungannya. Dilakukan pada sambungan fusion serta extrusion, berfungsi mengetahui kekuatan sambungannya.

Nantinya ada dua jenis pengetesan, yaitu peel serta shear. Alat yang dipakai sendiri bernama tensiometer digital. Nantinya akan ada nilai minimal untuk menentukan apakah hasil tesnya lolos atau tidak.

  1. Non Destructive Test

Pada pengujian kedua, pengetesan geomembrane khususnya pada sambungan dilakukan tanpa merusak. Ada dua jenis pengujian material ini, yaitu vacuum dan air pressure test.

Pada vacuum test, pengujian dilakukan untuk sambungan extrusion. Nantinya diperlukan alat seperti pompa dan kotak vacuum. Berdasarkan tes, jika muncul gelembung sabun keluar artinya ada kebocoran.

Sedangkan proses pemasangan geomembrane dengan air pressure test diterapkan di sambungan fusion. Prinsip ujinya adalah dengan menutup dua sambungan supaya tidak ada udara keluar. Manometer diperlukan untuk memperhatikan nilai tekanannya.

Kesimpulannya terdapat tiga tahapan utama dalam memasang geomembrane. Meliputi persiapan, pelapisan, serta pengujian. Khusus pengujian harus dilakukan sesuai QC standar, tepatnya untuk memastikan bahwa sambungan tidak mengalami kebocoran.

Pengujian sesuai QC ini ada dua, yaitu destructive maupun non destructive. Kemudian dalam memilih jenis pengujian mana yang sesuai proses pemasangan geomembrane, harus disesuaikan dengan jenis sambungannya.

PT. Kencana Tiara Gemilang adalah perusahaan manufaktur plastik di Indonesia yang menghasilkan produk berstandar Internasional melalui Quality Management System ISO 9001:2015. KTG Indonesia memproduksi berbagai produk di bidang Geosynthetic dan Agriculture, diantaranya Geomembrane. Segera hubungi kami untuk melakukan konsultasi mengenai kebutuhan Anda.